Reuni Kecil di Wisata Alam Air Terjun Batu Janggot

Air Terjun Batu Janggot

Setelah Hari sabtu kemarin saya dan kawan-kawan SMA melakukan reuni kecil ke Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak,  minggunya saya reuni kecil lagi dengan teman-teman MI (Madrasah Ibtida’iyah)-setingkat SD. Setelah beberapa tahun tak jalan bareng akhirnya bisa kumpul juga meskipun dengan personil seupil. Saya akan bercerita sedikit tentang apa saja yang ada di Spot Wisata Batu Janggot.

wisata air terjun batu janggot lombok
Aliran Air Terjun Batu Janggot

Rencananya ada delapan personil yang akan ikut jalan-jalan tetapi jumlahnya berubah jadi lima plus satu. Ada yang sakit, ada juga yang gak bisa dihubungi-katanya ketiduran gara-gara selamam kami ngopi bareng dan bubar jam 12 malam. Jadilah kami jalan berlima, Saya, Afrut, Gazali, Diyah, Nia, ditambah satu lagi ponakan si Ammar. O ya, pasangan pengantin, Wiran dan istri katanya mau menyusul dari Kopang, rumah mereka sekarang.

Waktu berangkat langit tidak terlalu cerah, agak mendung. Kami nekat jalan tak mau rintik kecil ini membatalkan rencana kami lagi. Setengah sepuluh pagi kami kumpul di kedai “Silaq Ngupi”, kedai kopi milik teman kami, Gazali. Setelah ngobrol sambil ribut kecil-saling ejek status jomblo juga berdebat soal pakaian yang akan dipakai, juga sambil mencari personel yang belum menunjukkan batang hidungnya, akhirnya kami berangkat pukul  setengah sebelas.

Dari rumah kami di desa Darek, waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sebelumnya kami belum pernah ke sini. Kami tahu lokasi ini dari foto  grup wisata Lombok yang ada di facebook. Katanya, lokasi air terjun ini satu jalur dan satu desa dengan dua air terjun yang sudah terkenal, air terjun Benang Kelambu, dan air terjun Benang Setokel. Kalau pun nanti nyasar, gak akan nyasar terlalu jauh.

Rute menuju air terjun ini dari desa Darek, desa Darek termasuk desa yang berada di pinggir Bendungan Pengga, biar lebih mudah saya ganti rute dari Bandara Internasional Lombok.

Rute menuju air terjun dari Bandara Internasional Lombok dimulai dengan menuju Kota Praya lalu menuju arah Mantang. Sesampai di perempatan Mantang, sobat lurus ke arah utara melewati rute pemandian Aiq Bukak di desa Aiq Bukak. Sesampai di pintu masuk pemandian Aiq Bukak, sobat pilih jalan ke atas yang ada di kanan jalan. Petunjuk jalan dari sini tidak terlalu banyak. Supaya tidak tersesat, sobat jangan sungkan-sungkan bertanya pada penduduk setempat. Mereka ramah-ramah kok. Sebuah papan bertuliskan Gunung Janggot di sebelah kiri jalan menjadi petunjuk bagi teman-teman untuk masuk ke jalan tak beraspal. Setelah menulusri jalan ini teman-teman akan sampai di area wisata Gunung Janggot.

Memasuki jalan offroad ini, rintik mulai mengundang teman-temannya untuk mengeroyok kami. Tapi cuek saja, bulan September masih musim kemarau, kalau pun hujan, gak akan selebat tangis bidadari.

Di tengah jalan si wiran menghubungi kami, katanya dia dan istrinya jadi mau ikut. Belum jelas lokasinya sudah sampai mana, tiba-tiba sinyal hilang. Si sinyal tak bisa menemukan keberadaan HP kami, sepertinya nyasar di hutan lebat ini. Ya sudahlah, semoga pasangan pengatin ini tau jalan ke Batu Janggot.

Sudah mulai tampak keramaian di depan sana. Benar saja, kami sudah sampai di parkiran Wisata Gunung Janggot. Kami hanya perlu membayar parkir motor sebesar Rp.5000 untuk memasuki kawasan wisata ini. Murah Meriah kan?

Kami kira air terjun Batu Janggot tidak akan terlalu ramai pengunjung, kan baru buming. Ternyata cukup ramai juga. Apalagi ini hari minggu. Bajang Dedare Lombok memang suka berburu tempat wisata.

Di papan petunjuk tertulis ada dua spot di sini, makam Batu Janggot dan Air terjun Batu Janggot. Rencana kami hanya akan menikmati air terjunnya saja. Jadilah kami mengambil jalan setapak sebelah kanan menuju air terjun. Jalan setapak sebelah kiri menuju makam Batu Janggot.

Dari atas ketinggian, terlihat air terjun yang mengalir di balik pepohonan. Sobat harus melewati jalan setapak dan menuruni beberapa anak tangga untuk sampai di sana. Pemandangannya seperti foto di bawah ini.

wisata alam lombok air terjun batu janggot
Air Terjun Batu Janggot dari Ketinggian

Ayo kita lihat pemandangannya lebih dekat. Air terjun ini terbentuk dari aliran sungai yang jatuh ke cerukan yang dalam. Hutan di sekitarnya sangat lebat, air mengalir dari berbagai sisi menuju aliran sungai.

wisata alam lombok air terjun batu janggot lombokbook
Air Terjun Batu Janggot

 Kami menuju sebelah atas dulu. Hati-hati, banyak bebatuan yang licin yang harus dilewati. Diyah sempat terpelesat, tumitnya berdarah, sedikit.

Saatnya berpose. Buat kami yang udik ini, tak akan lengkap mengunjungi suatu tempat tanpa berfoto.

air terjun batu janggot tempat wisata dan liburan di lombok lombokbook
Selfie di wisata alam air terjun Batu Janggot

Selanjutnya kami menuju ke bagian bawah. Di sinilah lokasi air terjun yang besar. Airnya yang besar jatuh dari ketinggian. Kita harus menuruni tebing cerukan. Tapi tenang kita hanya perlu jalan cantik sambil berpose untuk sampai ke bawah. Tangga yang meliuk sudah disiapkan. Kalian tidak akan tahan kalau tidak berfoto di sini.

Sesampai di bawah, dan baru foto-foto sedikit tiba-tiba setitik air mata bidadari jatuh, rintik makin membesar. Orang-orang sudah mulai naik, tinggal kami yang ada di bawah. Foto harus di amankan, saatnya menikmati berenang di kolam air terjun.

Rintik sudah mulai surut saatnya berfoto lagi.

Puas bermain air dan menikmati pemandangan cerukan yang lembab, kami memutuskan balik. Perut kami sudah mulai minta diisi. Kami balik menuju parkiran. Di sana kami bertemu kenalan baru, sepasang bule dari England, saya lupa namanya siapa, maaf ya. Kita wefie dulu, lalu wefie lagi pake go pronya si bule, baru balik ke rumah.

Wiran dan istrinya tak juga muncul, mungkin terhalang hujan. Kami mampir di warung bakso di kota Praya. Makan bareng apalagi ketika kelaparan begini rasanya nikmat sekali. Sampai rumah sudah hampir pukul tiga sore. Solat zuhur injuri time, hadooh, bagian ini jangan di tiru ya.

One thought on “Reuni Kecil di Wisata Alam Air Terjun Batu Janggot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *