Persiapan Menikah

Pertanyaan kapan menikah itu kerap menyentil telinga. Meskipun itu hanya sekedar guyonan, kadang-kadang membuat kita bertanya-tanya sendiri, “Kapan ya?” orang yang telah sampai umur untuk menikah awalnya mungkin bisa menanggapinya dengan santai. Tetapi kalau terlalu sering, lama-lama bisa bikin galau juga. Kita perlu persiapan menikah.

Kira-kira, kapan seseorang dianggap siap menikah? Banyak muncul perdebatan mengenai pertanyaan ini. Pemerintah sendiri ikut menjawab. Berbagai pertimbangan disampaikan mulai dari efek kesehatan, sikologis sampai efek sosial. Pemerintah pun mengeluarkan program pendewasaan usia perkawinan.

Di sisi lain ada juga yang berpendapat, seseorang yang telah baligh berarti dianggap mencapai umur siap menikah secara agama. Penentuan umur menikah yang terlalu lama bisa berdampak pada timbulnya perzinaan. Seseorang yang telah memiliki keinginan untuk menikah tetapi terhalang karena aturan usia dikhawatirkan akan mendorong sesorang untuk mencari jalan-jalan yang lain.

persiapan menikah lombokbook
wedding

Perlu jembatan untuk mempertemukan kedua pendapat tadi. Jalan tengah yang tidak mengesampingkan aturan agama, yang tidak membatasi sesorang yang secara agama telah memenuhi syarat dan juga tidak menimbulkan masalah-masalah yang dikhawatirkan pemerintah. Sebenarnya antara agama dan pemerintahan tidaklah bersebrangan. Karena faktor umur bukanlah satu-satunya syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan yang ingin menikah. Seseorang yang telah baligh tidak serta-merta memenuhi syarat untuk menikah. Terlebih dahulu dia harus dipastikan mampu memenuhi tanggungjawabnya ketika menikah nanti. Untuk mencapai ini perlu dilakukan pendewasaan individu bagi orang yang ingin menikah.

Persiapan Menikah

Pendewasaan individu pra nikah sangat penting dilakukan sebelum sesorang melafalkan ijab Kabul. Meskipun kalimat ijab Kabul tidak terlalu panjang, butuh bertahun-tahun untuk menyusunnya. Menyusunnya dilakukan setahap demi setahap. Istilahnya memantaskan diri.  Semakin cepat persiapan dilakukan, akan semakin cepat pertanyaan kapan menikah akan berlalu. Apa saja persiapan yang diperlukan untuk menjadikan seseorang lebih dewasa memasuki dunia pernikahan? Secara garis besar ada tiga persiapan menikah, kita lihat di bawah ini:

Persiapan Ilmu

Sesuatu terlihat sulit bisa jadi karena kita belum tahu ilmunya. Ketika dulu pertama kali melihat rumus persamaan dengan simbol-simbol seperti cacing, kepala kita bawaannya mau mumet. Pelan-pelan setelah mempelajarinya, kita mulai paham dan akhirnya kita tahu manfaatnya. Setelah menguasai rumus-rumus tersebut ternyata banyak permasalahan yang bisa diselesaikn dengannya.

Ilmu memang memudahkan urusan, menuntun kita kepada solusi. Kan kata Nabi, kalau ingin bahagia dunia akhirat itu dengan ilmu. Terus ilmu apa saja yang perlu kita miliki menuju pernikahan? Banyak hal yang perlu kita ketahui seperti fiqih nikah, di dalamnya kita akan belajar syarat nikah, rukun, tata cara, cara memilih pasangan, hak dan kewajiban suami istri, urusan perceraian dan banyak lagi seputar pernikahan; Selanjutnya kita perlu belajar ilmu parenting agar bisa mendidik anak tumbuh dan berkembang dengan baik serta memastikan transfer nilai yang baik kepada anak; kita juga harus paham psikologi pasangan kita; Ilmu tentang reproduksi juga perlu kita tahu. Banyak yang harus kita pelajari. Alangkah baiknya jika mencicil sedikit demi sedikit mulai dari sekarang. Semakin banyak ilmu yang kita pelajari, semakin mudah kita menjalani pernikahan.

Finansial

Membutuhkan biaya untuk melangsungkan pernikahan. Selain untuk mahar dan maskawin, masih dibutuhkan juga biaya untuk hidangan para tamu, dekorasi dan tetek bengek lainnya. Acara pernikahan adalah acara sakral yang menjadi awal pengukuhan komitmen untuk hidup bersama. Banyak orang menginginkannya sebagai momen special dan berkesan. Semakin istimewa, biaya yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah. Di beberapa budaya, kerabat keluarga juga turut membantu. Supaya tidak memberatkan, alangkah baiknya jika sobat sudah punya modal terlebih dahulu.

Acara resepsi pernikahan sudah usai. Tinggallah menjalani hari-hari sebagai suami istri. Masing-masing menjalani tugasnya dalam rumah tangga. Bagi suami kewajibannya yang penting adalah memenuhi kebutuhan keluaganya. Suami harus keluar mencari nafkah agar kehidupan keluarganya sejahtera. Siap untuk menikah artinya siap untuk bertanggung jawab mencari penghasilan dan tidak lagi bergantung pada orang tua. Sebagi seorang suami sobat harus siap bekerja memeras keringat demi keluarga. inilah persiapan menikah yang kedua.

Siap Mental

Persiapan menikah yang ke tiga adalah siap mental. Memasuki gerbang pernikahan berarti memasuki dunia yang baru. Dunia yang menuntut kita untuk menjadi lebih dewasa. Ada tanggung jawab yang harus dipelihara. Bagi suami, mereka harus memimpin rumah tangga. Istri juga harus siap mendampingi suami dan mendidik putra putrinya menjadi orang-orang yang sukses.

Memenuhi kewajiban tersebut memerlukan keteguhan tekad. Kita akan dituntut untuk mengesmpingkan kesenangan-kesenangan kecil demi perhatian yang cukup untuk keluarga. Nongkrong dengan teman-teman harus rela dikurangi. Kita tidak lagi sebebas masa remaja. Semua itu perlu pengorbanan.

Akan ada saatnya dalam pernikahan kita menemui masalah. Perbedaan pandangan kerap berbuah percekcokan apabila tak mampu mengelola dan menyikapinya dengan baik. Perbedaan pada pasangan menuntut kita untuk bisa saling menerima. Keikhlasan untuk saling memberi dan melengkapi sangat diperlukan. Dan semua itu butuh kedewasaan berfikir.

Tiga hal inilah yang bisa kami bagi sebagi persiapan pernikahan. Yang terpenting adalah ilmu sebagai penuntun ketika sudah melangkah masuk ke dalam bangunan pernikahan juga mental yang kuat untuk selalu berusaha mengelola dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Ngayo, tempat sharing ilmu dan hiburan

4 thoughts on “Persiapan Menikah

  • August 25, 2018 at 7:06 am
    Permalink

    Betuuuul persiapan menikah itu banyak sekali; mental terutama. Thanks for shared.y

    Reply
    • August 28, 2018 at 10:33 pm
      Permalink

      Sama-sama. Semoga bermanfaat terutama buat saya pribadi. Terimakasih juga sudah berkunjung.

      Reply
    • October 16, 2018 at 12:47 pm
      Permalink

      Komen yg bagus-bagus kakaak

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *