Melihat Fungsi Masjid Sebagai Tempat Memperoleh Hiburan Kesenian pada Masjid Agung Praya Lombok Tengah

Masjid Agung Praya, masjid terbesar di kota Praya, Lombok Tengah ini telah berubah semakin cantik. Pembangunan masjid memakan waktu cukup panjang. Mulai dari sebuah musolla kecil di tengah lahan tebu yang luas hingga menjadi bangunan yang indah seperti sekarang memerlukan waktu puluhan tahun.

Fungsi-fungsi masjid semakin hidup. Tak hanya perubahan fisiknyanya saja, kegiatan keagamaan pun semakin berkembang. Sebagai sarana ibadah, Masjid Agung Praya memberikan kenyamanan. Berbagai kajian keagamaan dihidupkan. Anak-anak ramai belajar Al-Qur’an di sini.

Lahan Masjid Agung Praya sangat luas. Di depannya dibangun taman dengan penataan yang membuat betah untuk berkunjung di sana. Taman yang indah ini menjadi daya tarik bagi masyarakat agar mau mengunjungi masjid. Mengutip pendapat Ustadz Nasaruddin Umar, Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, yang menyebutkan bahwa fungsi masjid juga sebagai “tempat memperoleh hiburan dan kesenian”, rasa-rasanya Masjid Agung Praya juga sudah memberikan fungsi ini. Masjid Agung Praya bisa dijadikan tempat untuk wisata. Fungsi inilah yang akan kita lihat lebih banyak pada tulisan ini.

Taman depan Halaman Masjid Agung Praya

Setelah menetralisir kepenatan, kegundahan, dan segala hal yang membebani karena urusan dunia dengan rekreasi spiritual-beribadah di dalam masjid, masyarakat juga akan lebih fresh ketika keluar menuju halaman Masjid.

Masjid Agung Praya memiliki dua lantai dengan kubah bermotif kotak-kotak berwarna biru. Tembok di dalamnya memiliki warna alami yang teduh. Karyawan-karyawan di Kota Praya mendatangi masjid ini pada jam rehat dan sepulang dari kantor untuk salat sambil beristirahat dari rutinitas. Merka terlihat asik mengobrol sambil bertukar canda dan senyum.

Rehat Sejenak dari Kesibukan Kantor

Sore hari Susana masked semakin ramai oleh anak-anak. Mereka bermain di rerumputan menunggu ustadz yang akan mengajarkan meraka membaca Al-Qur’an. Melihatnya bikin hati adem.

Nunggu Ustadz Buat Ngaji Sore

Halaman masjid sudah dibangun trotoar yang tertata rapi dengan barisan pot dan juga keran air wudu di pinggirnya. Jamaah yang baru datang bisa langsung berwudu dan memasuki masjid.

Trotoar dengan Pot Bunga dan Keran Wudu yang Rapi

Anak-anak muda sering menjadikan taman di halaman Masjid Agung Praya untuk berdiskusi. Seperti pemandangan sore itu, para pemuda berkumpul di depan kolam air dan hiasan gerabah yang berderet rapi. Kalau suasanya sudah nyaman, diskusi dan bertukar fikiran jadi lebih lancar kan?

Anak Mudanya Sedang Berdiskusi

Di sudut lainnya terdapat beberapa tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Dua orang kakak beradik ini tampak asyik bercengkrama.

Bercengkrama Ria

Anak-anak juga bisa menggunakan halaman masjid untuk bermain sepatu roda. Area parker masjid Agung Praya sangat luas. Bagian sebelah timurnya sudah dipasangkan papin blok. Di samping area parkir juga bisa digunakan untuk bermain sepatu roda.

Bermain Sepatu Roda di Halaman Masjid Agung Praya

Kalau generasi mudanya sudah betah di masjid, masa depan Lombok Tengah bakal lebih cerah. Semoga ke depannya fungsi-fungsi masjid seperti yang dijelaskan Ustdz Nasaruddin Umar dapat lebih dioptimakan.

O ya, kalau penasaran dengan fungsi-fungsi masjid yang lain, sobat bisa baca lebih lanjut di sini, http://nasaruddinumar.org/tujuh-fungsi-masjid/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *