Cegah Perilaku Beresiko, Pelajar Kota Mataram Dukung “Young Health Programe”

Mataram – Gagas Foundation bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Mataram menyelenggarakan Peringatan hari Kesehatan Nasional 2018, Minggu, 18 November 2018. Dengan mengusung tema kegiatan “Sehat Kaum Mudanya, Sehat Bangsanya”.

Bertempat di Taman Udayana Kota Mataram, puluhan kaum muda bersama peer educator atau konselor sebaya program YHP (Young Health Programme), mereka berkomitmen untuk mendukung upaya memelihara kesehatan di usia muda.

Koordinator Program, Siti Syifaún Nufus, menjelaskan bahwa YHP (Young Health Programme) adalah program yang diluncurkan oleh Gagas Foundation bersama Yayasan Plan International Indonesia dan AstraZeneca, yang bertujuan untuk mendukung hak kesehatan dan kesejahteraan anak muda di sekolah dan komunitas melalui penelitian, advokasi, pendampingan dan berbagai kegiatan mendasar lainnya yang fokus untuk mencegah penyakit tidak menular.

Program YHP kata dia, diimplementasikan di Kota Mataram, tepatnya di 3 kecamatan (Ampenan, Sekarbela dan Selaparang). Sekolah dampingan YHP adalah SMPN 3 Mataram, SMPN 10 Mataram, SMPN 11 Mataram, SMPN 13 Mataram, SMAN 2 Mataram, SMAN 7 Mataram, SMKN 2 Mataram, dan SMKN 4 Mataram.

Adapun isu pokok dalam program YHP ini adalah konsumsi rokok di kalangan remaja, anak, dan kaum muda, inhealthy diet atau konsumsi makanan yang kurang sehat, konsumsi alkohol dan aktivitas fisik yang kurang di kalangan remaja dan kaum muda.

Dijelaskannya pula, salah satu aksi menarik yang dilaksanakan para peer educator atau konselor sebaya adalah memungut puntung rokok di sekitar Taman Udayana. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk protes karena banyaknya masyarakat yang masih merokok di ruang publik yang merupakan Kawasan Tanpa Rokok dan lemahnya regulasi yang diterapkan pemerintah.

Salah satu isu lainnya yang juga diusung kegiatan tersebut adalah tentang isu diabetes. Tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia, sehingga peringatan Hari Kesehatan Nasional sekaligus dirangkaikan dengan Peringatan Hari Diabetes Sedunia.

Berdasarakan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi merokok pada penduduk usia 10 – 18 tahun mengalami peningkatan dari tahun – tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, prevalensi perokok usia 10 – 18 tahun adalah 8,8% dan mengalami meningkatan menjadi 9,1% pada tahun 2018. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 95,5% penduduk usia di atas 5 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 93,5%.

Hal yang sama juga terjadi pada kasus penduduk yang kurang aktivitas fisik. Sebanyak 33,5% penduduk Indonesia kurang aktivitas fisik. Saat ini anak-anak juga lebih banyak bermain gawai daripada bermain di lapangan atau beraktivitas fisik. Data Riskesdas tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sebanyak 0,8% penduduk di atas usia 10 tahun mengonsumsi alkohol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *